Tingkatkan Pemahaman KBC, Dua Guru MAN 4 Kampar Ikuti Bimtek Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta
Kampar (Humas MAN 4 Kampar) — Dua guru MAN 4 Kampar Plus Keterampilan mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) bagi Guru Mata Pelajaran RA/Madrasah se-Kabupaten Kampar yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Kampar. Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar, Jumat (26/6/2026) (Jumat).
Adapun guru yang mengikuti kegiatan tersebut adalah Sri Darmayanti, S.Si. dan Ade Nugraheni, S.Pd. Bimtek ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kompetensi guru dalam mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta sebagai salah satu pendekatan pendidikan yang menanamkan nilai kasih sayang, toleransi, moderasi beragama, dan pembentukan karakter peserta didik.
Selama kegiatan, peserta mendapatkan penguatan materi terkait konsep, strategi, serta praktik penerapan Kurikulum Berbasis Cinta dalam proses pembelajaran di madrasah. Kegiatan juga menjadi wadah berbagi pengalaman dan praktik baik antarpendidik dalam mengintegrasikan nilai-nilai cinta dan kemanusiaan ke dalam pembelajaran.
Kepala MAN 4 Kampar Plus Keterampilan, Arjuniwati, S.Pd., M.Pd., menyambut baik keikutsertaan guru dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, Kurikulum Berbasis Cinta merupakan salah satu upaya membangun lingkungan pendidikan yang humanis dan berkarakter.
"Kami berharap melalui bimtek ini, guru-guru MAN 4 Kampar semakin memahami konsep dan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta serta mampu menerapkannya secara optimal dalam proses pembelajaran. Nilai-nilai cinta, kepedulian, dan penghargaan terhadap sesama sangat penting untuk membentuk karakter peserta didik yang berakhlak mulia dan moderat," ujarnya.
Ia menambahkan, madrasah akan terus mendukung peningkatan kompetensi guru melalui berbagai program pengembangan profesional agar kualitas layanan pendidikan semakin baik dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Dengan mengikuti bimtek tersebut, diharapkan para guru dapat menjadi agen perubahan dalam mewujudkan pembelajaran yang lebih inklusif, menyenangkan, dan berorientasi pada penguatan karakter peserta didik di lingkungan madrasah. (Af)
ditulis oleh : Humas MAN 4 Kampar
dilihat sebanyak : 10